Kupas Abis – Halo sobat Kupas Abis! Ngaku deh, di penghujung tahun 2025 ini, siapa yang saldo rekeningnya lagi “kritis” gara-gara kebanyakan self-reward dan flexing liburan? Tenang, kamu gak sendirian. Tapi kabar baiknya, tahun depan ada angin segar buat kesehatan dompetmu. Lupakan tren quiet luxury atau old money aesthetic yang mahal itu, karena sekarang saatnya menyambut Tren Loud Budgeting.
Ini bukan sekadar tips hemat basi ala makan mie instan tiap akhir bulan. Tren Loud Budgeting adalah sebuah gerakan sosial “brutal” di mana kita diajak untuk berani dan bangga bilang: “Sori, gue gak ada budget buat itu!”
Di era di mana kita dituntut terlihat kaya di Instagram padahal aslinya nyicil Paylater, tren ini hadir sebagai tamparan realita yang menyegarkan. Kenapa gaya hidup “stop gengsi” ini diprediksi bakal bikin Gen Z dan Millennial lebih cepat kaya di tahun 2026? Yuk, kita bedah habis fenomenanya!

📊 Fakta Singkat: Apa Itu Loud Budgeting?
| Data & Fakta | Keterangan |
| Definisi Utama | Konsep keuangan di mana seseorang secara vokal, jujur, dan tanpa rasa malu mengomunikasikan batasan anggarannya kepada orang lain. |
| Lawan Kata | Quiet Luxury (Kaya tapi diam-diam) & Flexing (Pamer kekayaan, seringkali palsu). |
| Asal Muasal | Viral di TikTok (Dipopulerkan oleh kreator konten keuangan Lukas Battle). |
| Filosofi Dasar | Menghilangkan rasa malu (shame) terkait berhemat dan menetapkan prioritas finansial di atas tekanan sosial (peer pressure). |
| Tujuan Akhir | Kesehatan mental dan finansial jangka panjang, bukan sekadar terlihat kaya sesaat. |


