Kupas Abis – Review Obsidian, Halo sobat Kupas Abis! Kita semua setuju kalau Notion itu aplikasi yang keren banget. Tapi, ada satu penyakit Notion yang bikin banyak penggunanya diam-diam makan hati: LEMOT.
Bayangkan skenario ini: Kamu lagi dapet ide brilian di tengah jalan, buru-buru buka HP buat nyatet di Notion, eh… loading spinner muter-muter 10 detik karena sinyal jelek. Pas kebuka, idenya udah lupa. Atau skenario horor lain: Server Notion down (kejadian nyata!), dan kamu gak bisa akses catatan skripsi atau kerjaanmu sama sekali. Panik gak? Panik lah masa enggak!
Di tahun 2025 ini, tren aplikasi produktivitas mulai bergeser dari “Cloud-Based” (semua di internet) menjadi “Local-First” (semua di perangkat sendiri). Dan raja dari tren ini adalah Obsidian.
Banyak penulis, peneliti, dan programmer yang berbondong-bondong migrasi dari Notion ke Obsidian. Mereka menyebut Obsidian sebagai “Aplikasi Catatan Abadi”. Kok bisa dibilang abadi? Emangnya gak bisa bangkrut? Dan apa bener ini lebih aman daripada brankas bank? Yuk, kita bedah tuntas di Review Aplikasi ini!
💻 Informasi Software
| Spesifikasi | Detail |
| Nama Aplikasi | Obsidian |
| Developer | Dynalist Inc. |
| Kategori | Knowledge Base / Markdown Editor |
| Platform | Windows, macOS, Linux, iOS, Android |
| Penyimpanan | 100% Lokal (Di Hardisk/Memory Card kamu) |
| Harga | Gratis (Personal). Bayar cuma kalau butuh fitur Sync resmi ($8/bln). |
| Rating | ⭐ 4.9/5 |
🚀 Deep Dive: Kenapa Disebut “Catatan Abadi”?
Obsidian punya filosofi yang beda 180 derajat sama aplikasi lain.
1. File Milikmu Seutuhnya (Markdown Files)
Kalau kamu nulis di Notion atau Google Docs, tulisanmu tersimpan di server mereka dalam format rahasia. Kalau perusahaannya bangkrut? Tulisanmu hilang.
Setiap catatan yang kamu buat disimpan sebagai File Teks Biasa (.md) di dalam folder laptop/HP kamu sendiri. Kamu bisa buka file itu pakai Notepad, TextEdit, atau aplikasi apa aja.
Ini yang bikin dia disebut “Abadi”. 50 tahun lagi, walaupun aplikasi nya udah punah, catatanmu TETAP BISA DIBACA karena cuma file teks biasa. Kamu punya kontrol 100% atas data kamu.
2. Kecepatan Cahaya (Offline First)
Karena datanya ada di hardisk, buka aplikasi ini itu instan. Klik, langsung kebuka. Gak perlu loading, gak perlu internet, gak perlu sinkronisasi server. Mau kamu lagi di puncak gunung atau di dalam gua tanpa sinyal, Obsidian jalan 100% lancar. Buat kamu yang butuh kecepatan sat-set buat nangkep ide, ini surga.
3. Graph View: Melihat Isi Otakmu
Ini fitur paling ikonik yang bikin orang jatuh cinta. Obsidian bisa memvisualisasikan hubungan antar catatanmu dalam bentuk Jaringan Titik-Titik (Graph) yang mirip rasi bintang atau neuron otak.
Kamu bisa melihat bagaimana ide A terhubung ke ide B. Misalnya, catatan “Sejarah Kopi” terhubung ke catatan “Ekonomi Kolonial” dan “Budaya Nongkrong”. Semakin banyak kamu nulis, semakin kompleks dan cantik grafiknya. Ini bukan cuma gimmick, tapi ngebantu banget buat nemuin ide baru (connecting the dots).
4. Plugin Komunitas yang Gila
Obsidian versi “polos” itu sederhana banget. Tapi, dia punya ribuan Community Plugins. Mau bikin Kanban Board kayak Trello? Ada plugin-nya. Mau bikin Kalender? Ada. Mau bikin tampilan kayak Notion? Bisa diatur. Kamu merakit aplikasi impianmu sendiri, bukan dipaksa ngikutin tampilan bawaan developer.
⚖️ Obsidian vs Notion: Siapa Menang?
Biar adil, kita bandingkan head-to-head:
- Kecepatan: Obsidian menang mutlak. Notion sering lag kalau datanya udah banyak.
- Kolaborasi Tim: Notion menang mutlak. Obsidian didesain buat Solo Player (pemikir individu). Kalau butuh kerja bareng tim real-time, Notion rajanya.
- Estetika: Notion lebih gampang dibikin cantik (aesthetic) sama pemula. Obsidian butuh oprek tema (CSS) kalau mau kelihatan cantik.
- Keamanan Data: Obsidian menang. Data gak pernah keluar dari laptopmu kecuali kamu yang mindahin. Aman dari intipan server manapun.
➕ Kelebihan & ➖ Kekurangan
Kelebihan (+):
- ✅ Future-Proof: Format .md (Markdown) adalah standar universal. Gak akan terjebak di satu aplikasi (Vendor Lock-in).
- ✅ Privasi Total: Cocok buat nyimpen jurnal pribadi, password, atau ide rahasia perusahaan.
- ✅ Gratis Powerfull: Versi gratisnya udah fitur lengkap. Gak ada batasan jumlah blok atau halaman.
- ✅ Bi-Directional Linking: Menghubungkan satu catatan ke catatan lain gampang banget, tinggal ketik
[[Judul Catatan]].
Kekurangan (-):
- ❌ Learning Curve Curam: Tampilan awalnya kayak kodingan hacker (layar hitam teks putih). Butuh waktu buat belajar sintaks Markdown (seperti
#buat judul,**buat tebal). - ❌ Sync Manual (Versi Gratis): Kalau mau gratisan, kamu harus mikir sendiri cara mindahin data dari Laptop ke HP (misal pakai iCloud, Google Drive, atau Syncthing). Kalau mau instan terima beres, harus bayar fitur Sync $8/bulan.
- ❌ Gak Bisa Edit Tabel Semudah Excel: Walaupun udah ada plugin, ngedit tabel gak senyaman di Notion atau Excel.
💡 Tips Rahasia untuk Pemula
Jangan takut nyoba! Ini tips biar gak bingung:
- Jangan Instal Banyak Plugin Dulu: Di awal, pakai Obsidian polosan aja. Fokus nulis dan bikin link antar catatan. Kalau kebanyakan plugin malah pusing dan berat.
- Manfaatkan iCloud/Google Drive: Buat pengguna Apple, simpan folder Obsidian (“Vault”) di iCloud Drive. Otomatis sinkron antara Mac, iPhone, dan iPad secara gratis!
- Pelajari Zettelkasten: Aplikasi ini itu sangat powerful kalau dipakai dengan metode pencatatan Zettelkasten (Kartu Catatan). Coba googling teknik ini, dijamin otakmu makin encer.
🔗 Link Download
- Website Resmi: obsidian.md
- Platform: Windows, Mac, Linux (AppImage/Snap), iOS, Android.
- Harga: Gratis 100% untuk penggunaan pribadi.
🏆 Kesimpulan & Rating Kupas Abis
Review Aplikasi Obsidian ini menyimpulkan bahwa Obsidian adalah Rumah Terbaik untuk Pikiranmu.
Kalau Notion adalah “Kantor” tempat kamu mengelola proyek dan jadwal, maka Obsidian adalah “Perpustakaan Pribadi” atau “Studio” tempat kamu berpikir mendalam, menulis jurnal, dan merangkai ide tanpa gangguan.
Buat kamu yang merasa Notion terlalu berat, terlalu lambat, atau paranoid soal privasi data, Pindah ke Obsidian sekarang. Rasakan sensasi memiliki data kamu seutuhnya. Awalnya mungkin aneh, tapi setelah seminggu, kamu gak bakal mau balik lagi ke aplikasi online yang lemot.
Rating Kupas Abis:
⭐ 9.3/10 (Surga buat Penulis & Pemikir).
