Kupas Abis – Halo sobat Kupas Abis! Dunia MCU pasca Endgame emang kerasa sepi tanpa tim superhero yang solid. Avengers bubar, dan yang tersisa cuma pahlawan yang sibuk masing-masing. Di tengah kekosongan inilah hadir Thunderbolts.
Tapi tunggu dulu, jangan harap mereka ini sekelompok orang suci kayak Captain America atau Iron Man. Tim ini isinya mantan pembunuh, tentara gagal, dan super-soldier dengan masalah mental. Banyak yang bilang mereka adalah “Dark Avengers” atau “New Avengers” versi pemerintah. Pertanyaannya: Apakah film ini berhasil bikin kita peduli sama karakter-karakter “sampingan” ini? Yuk, kita kupas tuntas di Review Thunderbolts!
Thunderbolts Trailer
Informasi Film
| Kategori | Detail |
| Sutradara | Jake Schreier |
| Cast Utama | Florence Pugh, Sebastian Stan, David Harbour, Wyatt Russell, Julia Louis-Dreyfus |
| Genre | Action, Thriller, Black Comedy |
| Durasi | 2 Jam 15 Menit |
| IMDB Rating | 7.6/10 |
| Rotten Tomatoes | 84% Fresh |
| Platform | Disney+ Hotstar (Sudah Tayang) |
Sinopsis Singkat
Valentina Allegra de Fontaine (Julia Louis-Dreyfus), Direktur CIA, mengumpulkan sebuah tim operasi hitam yang terdiri dari para “barang bekas” MCU: Yelena Belova (Black Widow), Bucky Barnes (Winter Soldier), Red Guardian, US Agent, Ghost, dan Taskmaster.
Misi awal mereka terdengar simpel: mengamankan aset berbahaya di sebuah fasilitas rahasia. Tapi sesampainya di sana, mereka sadar bahwa mereka dijebak. Mereka bukan dikirim untuk menang, tapi untuk mati. Terjebak bersama entitas super kuat bernama Bob (Sentry), tim yang saling benci ini harus belajar bekerja sama kalau mau selamat. Ini bukan soal menyelamatkan dunia, ini soal menyelamatkan nyawa mereka sendiri.
Review Lengkap & Analisa
1. Dinamika “Keluarga Disfungsional” yang Kocak
Kekuatan utama film ini bukan di CGI ledakan, tapi di bacot-bacotan antar karakternya. Chemistry antara Florence Pugh (Yelena) dan David Harbour (Red Guardian) itu emas banget! Yelena yang serius dan sinis harus ngadepin “ayahnya” yang narsis dan norak. Ditambah lagi rivalitas konyol antara US Agent dan Red Guardian soal siapa Captain America yang lebih baik. Ini ngasih vibe yang beda banget dari Avengers; mereka gak akur, sering berantem fisik, tapi justru itu yang bikin seru.
2. Aksi yang Lebih “Grounded” dan Brutal
Kalau kamu bosen sama perang sihir atau laser luar angkasa, Thunderbolts* adalah obatnya. Koreografi bertarungnya raw, kasar, dan penuh kontak fisik ala Captain America: The Winter Soldier atau Black Widow. Bucky Barnes (Sebastian Stan) akhirnya dapet momen bersinar lagi sebagai petarung taktis yang dingin (bahkan dia yang nyuci piring kotor tim ini, literally!).
3. Apakah Mereka “New Avengers”?
Jawabannya: Bukan, dan itu bagus. Film ini menegaskan bahwa mereka gak mencoba jadi Avengers. Avengers bertarung demi idealisme, Thunderbolts* bertarung demi bertahan hidup dan penebusan dosa. Tanda bintang (*) di judulnya akhirnya terjawab di film ini (spoiler dikit: itu merujuk pada identitas tim yang selalu berubah). Mereka adalah sisi gelap dari kepahlawanan, orang-orang yang mau mengotori tangannya supaya pahlawan kayak Spider-Man bisa tetap bersih.



Kelebihan (+) & Kekurangan (-)
Kelebihan (+):
- Florence Pugh: Dia adalah jantung film ini. Karismanya gila!
- Humor Gelap: Jokes-nya pas, gak maksa, dan sesuai sama karakter mereka yang depresi.
- Sentry (Bob): Lewis Pullman memerankan Bob dengan sangat unik—polos tapi menakutkan.
Kekurangan (-):
- Taskmaster Masih Kurang: Meskipun lebih baik dari film Black Widow, karakternya masih terasa kayak “alat” doang.
- Plot Generik: Struktur ceritanya agak mirip Suicide Squad (2016) di babak pertama, untungnya eksekusinya jauh lebih rapi.
Nonton Dimana?
Film Thunderbolts* sudah tersedia di Disney+ Hotstar. Ini tontonan wajib buat ngisi gap sebelum kita masuk ke fase perang multiverse yang lebih besar nanti.
Kesimpulan: Cocok Untuk Siapa?
Cocok buat kamu yang suka film aksi mata-mata, fans berat Bucky Barnes, dan penikmat humor sarkas ala Yelena Belova. Kalau kamu nyari film superhero yang gak terlalu “berat” mikirin timeline multiverse, ini pilihan tepat.
Rating Kupas Abis:
⭐ 7.8 / 10 (Tim paling chaos, tapi paling relatable!)


