Kupas Abis – Halo sobat Kupas Abis! Masih ingat trauma kita nonton film Fantastic Four tahun 2005 atau yang lebih parah versi 2015? Lupakan semua mimpi buruk itu. Marvel Studios akhirnya membawa pulang “Keluarga Pertama” mereka lewat The Fantastic Four First Steps.
Film yang membuka gerbang menuju Avengers: Secret Wars ini menawarkan sesuatu yang beda banget dari formula MCU biasanya. Gak ada teknologi nano canggih masa kini, karena kita diajak mundur (atau geser?) ke universe alternatif dengan gaya retro-futuristik tahun 1960-an. Pertanyaannya: Apakah Pedro Pascal dan kawan-kawan berhasil bikin kita peduli sama tim ini? Atau cuma sekadar jualan nama besar? Langsung aja kita bedah di Review Fantastic Four First Steps!
Trailer Fantastic Four First Steps
Informasi Film
| Kategori | Detail |
| Sutradara | Matt Shakman (WandaVision) |
| Cast Utama | Pedro Pascal, Vanessa Kirby, Joseph Quinn, Ebon Moss-Bachrach |
| Genre | Superhero, Sci-Fi, Family Drama |
| Durasi | 2 Jam 10 Menit |
| IMDB Rating | 8.1/10 |
| Rotten Tomatoes | 88% Fresh |
| Platform | Disney+ Hotstar (Mulai Desember 2025) |
Sinopsis Singkat
Berlatar di sebuah semesta alternatif (bukan Earth-616 utama MCU) yang bergaya retro-futuristik tahun 60-an, Reed Richards (Pedro Pascal) dan timnya sudah menjadi selebriti superhero yang dicintai publik. Hidup mereka terlihat sempurna sampai kedatangan Silver Surfer (Julia Garner) yang membawa peringatan kiamat: Tuannya, entitas pemakan planet bernama Galactus (Ralph Ineson), sedang lapar. Tim ini harus mencari cara menghentikan kehancuran dunia mereka, sebuah misi yang menjadi “langkah pertama” mereka menuju multiverse yang lebih luas.
Review Lengkap & Analisa
1. Estetika Retro-Futuristik yang Juara
Ini poin plus terbesar. Sutradara Matt Shakman sukses besar menghadirkan visual yang fresh. Bayangkan kartun The Jetsons ketemu teknologi Stark Industries tapi versi analog. Kostum biru-putih mereka terlihat klasik tapi mahal. Gedung Baxter Building didesain megah dengan gaya mid-century modern. Mata kita dimanjakan dengan palet warna cerah, jauh dari kesan “suram” film superhero belakangan ini. Musik giacchino-nya? Chef’s kiss banget, nuansa orkestra klasik yang bikin merinding.
2. Chemistry Keluarga yang “Heartwarming”
Kunci Fantastic Four itu bukan di kekuatannya, tapi di dinamika keluarganya. Dan cast kali ini dapet banget feel-nya!
- Pedro Pascal (Mr. Fantastic): Bukan cuma ilmuwan kaku, tapi figur ayah yang awkward tapi hangat.
- Vanessa Kirby (Invisible Woman): Jelas dia adalah “ibu” dan pemimpin emosional tim ini.
- Joseph Quinn (Human Torch): Si pencuri perhatian! Tingkah tengilnya persis Johnny Storm di komik, beda banget sama perannya di Stranger Things.
- Ebon Moss-Bachrach (The Thing): Ben Grimm di sini punya hati yang lembut di balik tubuh batunya. Interaksi saling ejek antara Ben dan Johnny adalah emas komedi di film ini.
3. Galactus yang Beneran Seram (Bukan Awan!)
Terima kasih Marvel, akhirnya Galactus bukan cuma gumpalan awan debu! Desain Galactus di sini benar-benar “Cosmic Horror”. Ukurannya masif, mengintimidasi, dan terasa seperti bencana alam yang tak terhindarkan. Ralph Ineson (pengisi suara) memberikan vokal yang berat dan bikin bulu kuduk berdiri. Ketegangan saat Silver Surfer muncul di langit kota New York retro itu dapet banget suspense-nya.
Kelebihan (+) & Kekurangan (-)
Kelebihan (+):
- Visual Unik: Gak kerasa kayak “film pabrikan” Marvel biasa.
- Chemistry Cast: Berasa kayak keluarga beneran, bukan sekadar rekan kerja.
- Galactus: Villain yang menacing dan setia sama komik (ada helm tanduknya!).
- Durasi Pas: Cerita padat, gak bertele-tele.
Kekurangan (-):
- Science Jargon: Kadang penjelasan ilmiah Reed Richards agak terlalu njelimet buat penonton awam.
- Ending Menggantung: Jelas banget disiapin buat nyambung ke Avengers, jadi konklusinya agak kurang “final” buat satu film.
Nonton Dimana?
Buat yang ketinggalan di bioskop, The Fantastic Four First Steps dijadwalkan rilis di Disney+ Hotstar bulan ini (Desember 2025) sebagai sajian liburan akhir tahun. Nonton di TV besar ya, sayang visual retro-nya kalau cuma di HP!
Kesimpulan: Cocok Untuk Siapa?
Film ini cocok buat kamu yang kangen film superhero dengan heart (hati) yang kuat, bukan cuma tonjok-tonjokan. Fans lama komik pasti puas, dan penonton baru bakal jatuh cinta sama keluarga ajaib ini. Marvel is healing, guys!
Rating Kupas Abis:
⭐ 8.2 / 10 (Flame On! 🔥)
