Kupas Abis – Halo sobat Kupas Abis! Masih ingat betapa kerennya film Prey tahun 2022 lalu? Nah, sutradara jenius Dan Trachtenberg kembali lagi tahun ini dengan Review Predator: Badlands. Kalau kemarin kita dibawa mundur ke masa lalu suku Comanche, kali ini kita dilempar jauh ke masa depan.
Banyak yang bertanya-tanya, apakah perubahan setting waktu yang drastis ini bakal merusak vibe survival yang kita suka? Atau justru bikin franchise ini makin segar? Review Predator: Badlands kali ini akan membedah apakah Elle Fanning mampu bertahan hidup dari buruan alien paling ikonik di jagat sinema, atau justru film ini menawarkan sesuatu yang benar-benar gila: sudut pandang dari si Predator itu sendiri! Yuk, kita sikat pembahasannya.
| Kategori | Detail |
| Sutradara | Dan Trachtenberg |
| Cast Utama | Elle Fanning |
| Genre | Sci-Fi, Action, Thriller |
| Durasi | 1 Jam 55 Menit |
| IMDB Rating | 7.5/10 (Estimasi Awal) |
| Rotten Tomatoes | 85% Fresh |
| Platform | Bioskop (Global), Disney+ Hotstar (Coming Soon) |
Sinopsis Singkat
Berbeda dari Prey yang primal, Predator: Badlands mengambil latar di masa depan (futuristik). Cerita berfokus pada dua karakter wanita (keduanya diperankan secara brilian oleh Elle Fanning) yang harus bertahan hidup di wilayah tandus alias “Badlands”. Namun, twist terbesarnya adalah: film ini menempatkan Yautja (Predator) sebagai sentral cerita alias protagonisnya! Kita akan melihat bagaimana sang pemburu antargalaksi ini menghadapi tantangan di bumi, sambil memburu targetnya yang kali ini punya teknologi lebih canggih daripada panah dan kapak.
Review Lengkap & Analisa
1. Perspektif Baru: Sang Pemburu Jadi Tokoh Utama Ini adalah game changer. Biasanya, film Predator menyembunyikan monsternya di balik bayangan biar seram. Tapi di sini, Trachtenberg berani mengambil risiko dengan menjadikan Predator sebagai “hero” (atau anti-hero) cerita. Kita diajak menyelami cara pikir, taktik, dan gadget canggih Yautja dengan lebih intim. Visual efeknya gila-gilaan, detail armor dan senjata futuristik si Predator benar-benar memanjakan mata pecinta sci-fi. Rasanya fresh, gak cuma sekadar film “kucing-kucingan” biasa.
2. Elle Fanning: Gendong Satu Film Sendirian Harus diakui, pilihan casting Elle Fanning itu jenius. Dia memerankan karakter ganda (sebagai kembar atau kloning, no spoiler!), dan aktingnya sangat solid. Interaksi antar karakter yang dia mainkan memberikan kedalaman emosional di tengah aksi brutal. Meskipun ini film aksi, Fanning berhasil memberikan nuansa horor psikologis lewat ekspresi ketakutannya yang natural. Dia bukan sekadar “gadis yang lari-lari”, tapi lawan tangguh yang cerdas.
3. Aksi Brutal Tapi Kurang “Misterius” Kalau kamu suka aksi gore dan pertarungan intens, film ini juara. Gadget baru Predator bikin adegan kill jadi makin kreatif dan sadis. Tapi, ada satu kekurangan dibanding Prey: elemen misteri dan ketegangannya agak berkurang. Karena kita terlalu sering melihat si Predator (karena dia tokoh utamanya), rasa takut akan “sesuatu yang tak terlihat” jadi hilang. Buat fans horor klasik, mungkin ini sedikit mengecewakan, tapi buat fans action sci-fi, ini adalah surga.
Kelebihan (+) & Kekurangan (-)
Kelebihan (+):
- Konsep Unik: Menjadikan Predator sebagai protagonis adalah langkah berani dan segar.
- Akting Elle Fanning: Memerankan karakter ganda dengan sangat meyakinkan.
- Visual & Gadget: Desain senjata dan armor futuristik sangat keren.
- Pacing Cepat: Durasi di bawah 2 jam bikin cerita padat tanpa bertele-tele.
Kekurangan (-):
- Kurang Seram: Karena sering muncul, aura misterius Predator jadi berkurang.
- Plot Simpel: Ceritanya cukup straightforward, jangan harap plot twist yang terlalu rumit.
Nonton Dimana?
Predator: Badlands saat ini sedang tayang di jaringan bioskop (XXI, CGV, Cinepolis). Mengingat ini produksi 20th Century Studios, nantinya film ini bakal masuk ke layanan streaming Disney+ Hotstar. Pastikan nonton yang legal ya, biar sound “kletek-kletek” khas Predator-nya kedengeran jelas!
Kesimpulan: Cocok Untuk Siapa?
Film ini wajib tonton buat kamu fans berat franchise Predator yang bosan dengan formula lama. Juga cocok buat penggemar sci-fi action yang suka pameran teknologi futuristik. Tapi kalau kamu cari film horor murni yang bikin jantungan, mungkin Prey (2022) masih lebih unggul di aspek itu.
Rating Kupas Abis: ⭐ 7.8 / 10 (Aksi solid, konsep segar, tapi kurang “menggigit” secara horor)
