2. Akhirnya Ada IBIS! (In-Body Image Stabilization)
Kelemahan seri X-E sebelumnya (X-E4) adalah absennya fitur stabilisasi di bodi. Akibatnya, foto malam hari sering goyang (shake) kalau tidak pakai tripod. Nah, di X-E5 ini, Fujifilm kabarnya akhirnya luluh. Mereka akan membenamkan sistem IBIS 5-Axis ke dalam bodi mungil X-E5.
Fitur ini adalah game changer. Kamu bisa memotret di kondisi cahaya minim (low light) dengan shutter speed lambat tanpa takut gambar blur. Bagi vlogger atau konten kreator TikTok, IBIS ini sangat membantu membuat footage video yang stabil saat merekam sambil jalan (handheld), tanpa perlu bawa gimbal besar yang merepotkan.
3. Desain Rangefinder Minimalis yang “Gen Z Banget”
Salah satu alasan kenapa kamera Fuji viral di TikTok adalah desainnya yang retro dan estetik. Fujifilm X-E5 tetap mempertahankan desain ala kamera analog rangefinder (kotak pipih dengan jendela bidik di pojok kiri).
Desain ini jauh lebih ringkas dibanding model DSLR/SLR yang ada “punuk” di tengahnya. Kamera ini mudah masuk ke tas selempang kecil atau bahkan saku jaket tebal. Rumornya, Fuji juga akan menambahkan Dial Film Simulation fisik di bagian atas bodi (mirip X-T50), sehingga kamu bisa ganti filter warna dari Classic Chrome ke Reala Ace cuma dengan memutar tombol, tanpa masuk menu yang ribet. Ini fitur yang sangat memanjakan pecinta foto JPEG straight out of camera.
4. Fleksibilitas Lensa: Lebih Unggul dari X100VI
X100VI adalah kamera hebat, tapi lensanya permanen (tidak bisa diganti). Kalau kamu bosan dengan focal length 23mm (setara 35mm), ya sudah nasib. Sebaliknya, Fujifilm X-E5 adalah kamera interchangeable lens. Kamu punya kebebasan total.
- Mau foto jalanan (Street)? Pasang lensa pancake 27mm f/2.8, bentuknya jadi semungil X100VI.
- Mau foto potrait bokeh? Pasang lensa 33mm f/1.4 atau 56mm f/1.2.
- Mau foto pemandangan luas? Pasang lensa 10-24mm. Fleksibilitas ini membuat X-E5 jauh lebih versatile untuk jangka panjang. Kamu tidak terjebak di satu sudut pandang saja.
Kelebihan (+)
- Harga Lebih Masuk Akal: Diestimasi setengah harga dari X100VI (di pasar grey market).
- Sensor Flagship: 40MP di bodi kecil adalah spesifikasi monster.
- Ada IBIS: Sangat membantu untuk foto malam dan video.
- Bisa Ganti Lensa: Investasi jangka panjang yang lebih baik.
- Tampilan Estetik: Tetap ganteng buat jadi properti foto OOTD.
Kekurangan (-)
- Baterai Kecil: Kemungkinan masih pakai seri W126S yang kapasitasnya pas-pasan (wajib bawa baterai cadangan).
- EVF Bukan Hybrid: Tidak seperti X100VI yang punya jendela bidik optik (OVF), seri X-E hanya pakai elektronik (EVF).
- Tidak Weather Sealed: Harus hati-hati kalau dipakai saat gerimis atau di tempat berdebu ekstrem.
- Ergonomi: Grip-nya biasanya rata/tipis, kurang nyaman digenggam tangan besar (perlu beli thumb grip tambahan).
Produk Ini Cocok Untuk Siapa?
- Korban PHP X100VI: Mereka yang lelah menunggu stok dan ogah bayar harga gorengan.
- Street Photographer: Butuh kamera kecil, tidak mencolok, tapi performa ngebut.
- Traveler: Butuh kamera ringan yang hasil fotonya langsung bagus tanpa edit (Film Simulation).
- Gen Z & Kreator Konten: Yang mementingkan estetika kamera dan hasil video stabil buat Reels/TikTok.
Kesimpulan Fujifilm X-E5 tampaknya akan menjadi “Raja Baru” di kelas mid-range mirrorless tahun 2026. Ia mengambil semua hal baik dari X100VI (sensor, prosesor, film simulation) dan membuang hal buruknya (harga mahal, lensa permanen). Saran saya? Tahan dulu beli kamera lain, mulailah menabung dari sekarang. Saat X-E5 rilis nanti, pastikan kamu jadi yang pertama pre-order sebelum barangnya ghoib lagi!
Gimana? Lebih pilih tim X100VI yang mewah atau tim X-E5 yang fungsional?
Kalau kamu tertarik memantau harga kamera Fujifilm lainnya, bisa cek langsung di Tokopedia lewat link berikut:
