Kupas Abis – Review Notion , Halo sobat Kupas Abis! Apakah kamu merasa kepala isinya benang kusut? Catatan kuliah ada di buku tulis, daftar belanjaan di WhatsApp, jadwal kerja di Google Calendar, dan ide-ide brilianmu hilang begitu saja karena lupa dicatat? Jika jawabannya iya, maka kamu sedang membutuhkan sebuah sistem revolusioner yang disebut sebagai “Second Brain” atau Otak Kedua. Di tahun 2026 ini, alat terbaik untuk membangun sistem tersebut adalah Notion. Namun, banyak orang mundur teratur saat pertama kali membuka aplikasi ini karena tampilannya yang kosong melompong seperti kanvas putih. Oleh karena itu, memahami cara menggunakan Notion untuk pemula adalah langkah krusial pertama untuk mengubah kekacauan hidupmu menjadi harmoni yang produktif. Artikel ini akan menuntunmu dari nol, memastikan kamu tidak hanya sekadar menginstall, tapi benar-benar bisa memanfaatkannya untuk mengatur seluruh aspek kehidupan.
Berbeda dengan aplikasi catatan biasa seperti Apple Notes atau Notepad yang linear dan kaku, Notion adalah sebuah “All-in-one Workspace” yang berfungsi layaknya mainan LEGO digital. Kamu tidak didikte harus menulis di mana; kamulah yang membangun sendiri ruang kerjamu. Kamu bisa menyusunnya menjadi sekadar daftar tugas (To-Do List) sederhana, atau membangun sistem manajemen proyek yang kompleks lengkap dengan database, kalender, dan galeri visual. . Kuncinya adalah jangan terintimidasi oleh kekosongannya, melainkan melihatnya sebagai peluang tanpa batas untuk mendesain hidup sesuai keinginanmu.
Baca Juga :
- Zaman Edan! Monitor Gaming 180Hz Panel IPS Sekarang Cuma 1 Jutaan. Masih Betah Main di 60Hz?
- Gak Perlu Jual Ginjal Buat Beli Wooting! Keyboard ‘Rapid Trigger’ Murah Ini Siap Bikin Aim Kamu Sekelas Pro Player

Konsep Dasar: Memahami Cara Menggunakan Notion untuk Pemula Lewat “Blocks”
Jantung dari Notion terletak pada konsep yang disebut “Blocks”. Segala sesuatu di dalam Notion—baik itu teks, gambar, checkbox, video, hingga tabel—dianggap sebagai satu blok. Bayangkan kamu sedang menyusun bata demi bata. Kamu bisa mengubah satu baris teks menjadi judul besar (Heading), lalu baris berikutnya menjadi daftar centang (To-do list), dan baris berikutnya lagi menjadi halaman baru (Page) yang bisa diklik. Kemudahan untuk menggeser-geser (drag and drop) blok ini memungkinkan kamu menata ulang catatanmu kapan saja tanpa perlu copy-paste yang ribet. Bagi kamu yang sedang belajar cara menggunakan Notion untuk pemula, biasakanlah bermain-main dengan tombol “/” (slash) di keyboard. Tombol sakti ini akan memunculkan menu perintah untuk memasukkan elemen apa saja yang kamu butuhkan secara instan.


