Kupasabis.com – Review Nintendo Switch 2 , Halo, selamat datang di Kupas Abis, website yang membahas berbagai produk unik dengan cara menarik dan informatif. Tahun 2025 hampir berakhir, dan pertanyaan terbesar di benak jutaan gamer di seluruh dunia akhirnya mulai terjawab. “Kapan Nintendo Switch 2 rilis?”
Setelah serangkaian prank, rumor palsu, dan penundaan yang bikin frustrasi, bocoran terbaru di bulan Desember ini membawa angin segar yang sangat meyakinkan. Nintendo Switch 2 dikabarkan siap meluncur pada Januari 2026, bertepatan dengan rilisnya versi next-gen dari Animal Crossing. Bukan cuma upgrade tipis-tipis, konsol ini membawa lompatan teknologi yang gila-gilaan berkat kolaborasi erat dengan NVIDIA. Apakah ini saatnya kamu menjual Switch OLED lamamu? Yuk, kita bedah tuntas semua bocorannya!
Baca Juga :
- Zaman Edan! Monitor Gaming 180Hz Panel IPS Sekarang Cuma 1 Jutaan. Masih Betah Main di 60Hz?
- Gak Perlu Jual Ginjal Buat Beli Wooting! Keyboard ‘Rapid Trigger’ Murah Ini Siap Bikin Aim Kamu Sekelas Pro Player
Detail Spesifikasi Nintendo Switch 2
| Informasi | Detail |
| Nama Produk | Nintendo Switch 2 (Nama Kode: NX2 / Ounce) |
| Estimasi Harga | $449 – $499 (Est. Rp7.500.000 – Rp8.500.000) |
| Jadwal Rilis | 5 Juni 2025 |
| Fitur Kunci | 4K DLSS Output, Magnetic Joy-Con |
| Layar | 8-inch LCD (1080p) |
Detail Review & Analisis Fitur “Next-Gen” Nintendo Switch 2
1. Performa Setara PS4 Pro di Genggaman? (Magic of DLSS)
Jangan remehkan spesifikasi di atas kertas. Meskipun secara raw power Switch 2 mungkin “hanya” setara dengan PS4 Pro atau Xbox Series S, senjata rahasianya adalah NVIDIA DLSS (Deep Learning Super Sampling). Fitur AI ini memungkinkan Switch 2 merender game di resolusi rendah (misal 1080p) lalu di-upscale menjadi 4K yang tajam saat dicolok ke TV, tanpa membebani kinerja mesin. Hasilnya? Game berat seperti Call of Duty, Assassin’s Creed Shadows, atau Monster Hunter Wilds bisa berjalan mulus dengan grafis memukau yang mustahil dijalankan di Switch lama. Ini adalah teknologi sulap yang bikin Switch 2 terasa seperti konsol next-gen sejati.


